T
17 October 2026 · 0 views

Gletser Thwaites Mencair, Mengancam Muka Laut

Gletser Thwaites Mencair, Mengancam Muka Laut

Gletser Thwaites di Antarktika Barat mengalami penyusutan yang semakin cepat. Perubahan ini menjadi perhatian ilmuwan karena Thwaites merupakan salah satu gletser terbesar di Bumi dan berperan penting dalam kestabilan lapisan es Antarktika Barat.

Kehilangan massa es dari gletser tersebut dapat meningkatkan kenaikan muka laut global dan memperbesar risiko bagi wilayah pesisir. Namun, dampaknya tidak berarti seluruh dunia akan langsung terendam atau gletser pasti runtuh dalam waktu dekat.

Apa Itu Gletser Thwaites?

Gletser Thwaites mengalir dari lapisan es di daratan Antarktika Barat menuju Laut Amundsen. Gletser ini menjadi salah satu jalur utama yang membawa es dari wilayah pedalaman Antarktika ke laut.

Bagian Thwaites yang masih berada di daratan dapat menambah volume air laut ketika mencair atau mengalir ke laut. Sebaliknya, es yang sudah mengapung tidak menaikkan muka laut secara langsung dalam jumlah yang sama karena telah memindahkan sebagian besar airnya sendiri.

Batas antara es yang menempel pada dasar laut dan es yang mengapung disebut garis landas. Jika garis ini terus mundur, lebih banyak es daratan dapat mengalir menuju laut.

Mengapa Disebut “Gletser Kiamat”?

“Gletser kiamat” merupakan sebutan populer untuk menggambarkan besarnya risiko yang berkaitan dengan Thwaites. Istilah ini bukan istilah ilmiah dan tidak menunjukkan bahwa bencana global akan terjadi dalam waktu dekat.

Thwaites penting karena ukurannya sangat besar, berada di kawasan yang rentan terhadap masuknya air laut relatif hangat, dan dapat membantu menahan aliran es dari wilayah di belakangnya. Jika penahan tersebut melemah, es daratan berpotensi bergerak lebih cepat menuju laut.

Dampak utamanya berlangsung bertahap melalui kenaikan muka laut, banjir rob, abrasi, kerusakan infrastruktur, dan intrusi air asin.

Perbedaan Gletser dan Gunung Es

Gletser adalah massa es besar yang bergerak perlahan di atas daratan atau mengalir menuju laut. Gunung es adalah bongkahan es yang telah terlepas dari gletser atau rak es dan mengapung di laut.

Pecahnya gunung es tidak selalu berarti gletser mencair lebih cepat. Peristiwa tersebut dapat menjadi bagian dari proses alami yang disebut pelepasan gunung es. Karena itu, gunung es yang mengapung perlu dibedakan dari es daratan yang mengalir ke laut.

Mengapa Thwaites Menyusut Semakin Cepat?

Air Laut Hangat Mengikis Bagian Bawah Gletser

Salah satu penyebab utama penyusutan Thwaites adalah masuknya air laut yang relatif hangat ke bawah bagian gletser yang mengapung. Air tersebut dapat mencairkan es dari bawah, sehingga gletser menipis.

Proses ini sulit diamati secara langsung. Ilmuwan perlu menggabungkan data suhu laut, arus, bentuk dasar laut, dan perubahan permukaan gletser untuk memahaminya.

Rak Es Kehilangan Fungsi sebagai Penahan

Bagian gletser yang mengapung dapat memberikan hambatan terhadap aliran es dari daratan. Ketika rak es menipis, retak, atau kehilangan titik tumpu pada dasar laut, hambatan tersebut berkurang.

Es dari daratan kemudian dapat mengalir lebih cepat ke laut. Air laut hangat, penipisan rak es, dan percepatan aliran dapat membentuk proses yang saling memperkuat.

Retakan dan Ketidakstabilan Struktur Es

Retakan membuat struktur es lebih rentan terhadap kerusakan dan pelepasan bagian depan. Namun, retakan tidak otomatis berarti seluruh gletser akan runtuh dalam waktu dekat.

Istilah “runtuh” juga perlu digunakan secara hati-hati. Mundurnya garis landas, hilangnya rak es, kerusakan bagian depan, dan hilangnya seluruh massa gletser merupakan peristiwa berbeda dengan skala waktu serta dampak yang tidak sama.

Perubahan Iklim

Perubahan iklim meningkatkan suhu atmosfer dan laut. Di kawasan Thwaites, pemanasan laut berperan penting karena air yang lebih hangat dapat mencapai bagian bawah gletser.

Cuaca harian memengaruhi kondisi jangka pendek, sedangkan perubahan iklim mengubah pola suhu, sirkulasi laut, dan kondisi lapisan es dalam jangka panjang.

Seberapa Cepat Thwaites Menyusut?

Ilmuwan memantau beberapa indikator, antara lain:

  • Kecepatan aliran gletser menuju laut.
  • Perubahan luas dan ketebalan es.
  • Jumlah massa es yang hilang setiap tahun.
  • Perpindahan garis landas.
  • Perubahan tinggi permukaan gletser.
  • Suhu dan pergerakan air laut di sekitar es.
  • Perkembangan retakan dan kerusakan rak es.

Data diperoleh melalui satelit, kapal penelitian, sensor bawah laut, radar, pengeboran es, dan pengukuran lapangan. Perbandingan data dari waktu ke waktu membantu ilmuwan menentukan apakah penyusutan berlangsung stabil atau mengalami percepatan.

Proyeksi hingga Abad ke-23

Sejumlah proyeksi menyebut Thwaites dapat kehilangan sebagian besar massanya atau mengalami perubahan besar hingga abad ke-23. Pernyataan ini bukan tanggal pasti hilangnya gletser.

Istilah “hilang” dapat berarti garis landas mundur jauh ke daratan, bagian depan atau rak es runtuh, kemampuan menahan aliran es berkurang, atau sebagian besar massa es mengalir ke laut.

Hasil proyeksi bergantung pada tingkat pemanasan global, kondisi laut, bentuk dasar gletser, serta respons struktur es. Kondisi bawah Thwaites yang belum sepenuhnya diketahui juga menambah ketidakpastian.

Ketidakpastian tidak berarti risikonya tidak ada. Sebaliknya, rentang kemungkinan yang luas perlu dipertimbangkan dalam pembangunan dan perlindungan wilayah pesisir.

Dampak terhadap Kenaikan Muka Laut

Es Thwaites berasal dari daratan. Ketika es tersebut mencair atau mengalir ke laut, volume air laut bertambah. Percepatan kehilangan es dapat meningkatkan kontribusi Antarktika terhadap kenaikan muka laut global.

Namun, Thwaites tidak akan membuat muka laut naik secara ekstrem dalam waktu singkat. Kenaikan muka laut merupakan hasil gabungan dari pencairan gletser pegunungan, penyusutan lapisan es Greenland dan Antarktika, serta pemuaian air laut akibat pemanasan.

Dampak berlangsung dalam jangka panjang. Kenaikan rata-rata muka laut yang kecil sekalipun dapat meningkatkan frekuensi banjir pesisir dan memperparah dampak badai.

Risiko bagi Wilayah Pesisir

Kenaikan muka laut dapat memperburuk:

  • Banjir rob.
  • Erosi pantai.
  • Kerusakan pelabuhan dan jalan pesisir.
  • Gangguan permukiman.
  • Intrusi air laut ke sumber air tawar.
  • Kerusakan lahan pertanian.
  • Hilangnya habitat pesisir.
  • Gangguan jaringan listrik, air bersih, dan transportasi.

Dampak lokal bergantung pada pasang surut, penurunan tanah, bentuk pantai, kekuatan badai, gelombang, dan kondisi tanggul.

Dampak terhadap Indonesia

Indonesia memiliki garis pantai yang panjang, banyak pulau kecil, kawasan delta, dan kota yang berkembang di dekat laut. Kenaikan muka laut global dapat meningkatkan risiko bagi wilayah-wilayah tersebut.

Risiko ini tidak berarti setiap pulau atau kota pasti tenggelam. Penilaian harus menggunakan data lokal, termasuk elevasi, penurunan tanah, kondisi pantai, pola pasang surut, dan kualitas perlindungan pesisir.

Di kawasan perkotaan, kenaikan muka laut dapat bertemu dengan penurunan tanah akibat pengambilan air tanah atau beban pembangunan. Kombinasi tersebut dapat memperbesar risiko banjir. Di wilayah pertanian pesisir, intrusi air asin dapat menurunkan kualitas tanah dan sumber air.

Dampak terhadap Ekosistem dan Ekonomi

Mangrove, rawa pesisir, padang lamun, dan terumbu karang menghadapi tekanan lebih besar ketika muka laut naik. Ekosistem tersebut melindungi pantai, menyediakan habitat, menyimpan karbon, dan mendukung mata pencaharian masyarakat.

Infrastruktur transportasi, energi, air bersih, pelabuhan, dan kawasan industri juga menjadi lebih rentan. Biaya pemeliharaan, perlindungan, dan pemulihan bencana dapat meningkat, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Apakah Dunia Akan Segera Terendam?

Tidak. Pencairan Thwaites tidak membuat permukaan laut naik secara tiba-tiba di seluruh dunia. Kenaikan muka laut berlangsung bertahap dan dipengaruhi banyak sumber, seperti:

  • Pencairan gletser pegunungan.
  • Penyusutan lapisan es Greenland.
  • Kehilangan es Antarktika.
  • Pemuaian air laut akibat pemanasan.
  • Perubahan jumlah air yang tersimpan di daratan.

Istilah yang lebih tepat adalah meningkatkan risiko, bukan menenggelamkan dunia secara pasti. Risiko terbesar muncul dalam jangka panjang ketika kenaikan muka laut memperbesar frekuensi banjir yang sebelumnya hanya terjadi saat pasang tinggi atau badai kuat.

Bagaimana Thwaites Dipantau?

Pengamatan Satelit

Satelit digunakan untuk mengukur luas, ketinggian, retakan, dan kecepatan aliran es. Pengamatan berulang membantu ilmuwan mendeteksi percepatan atau perubahan arah gerak gletser.

Penelitian Laut dan Dasar Gletser

Kapal penelitian mengukur suhu serta arus air di sekitar Thwaites. Sensor bawah laut membantu mendeteksi air hangat yang masuk ke bawah bagian es yang mengapung.

Pemetaan dasar laut menunjukkan jalur yang dapat dilalui air laut menuju garis landas. Bentuk dasar laut dapat menentukan seberapa jauh air hangat bergerak ke bawah gletser.

Pemodelan Iklim dan Lapisan Es

Model ilmiah menggabungkan data pengamatan dengan skenario suhu dan emisi. Hasilnya digunakan untuk memperkirakan perubahan gletser dan kontribusinya terhadap kenaikan muka laut.

Model menghasilkan rentang kemungkinan berdasarkan asumsi tertentu, bukan ramalan dengan kepastian mutlak. Ketika data baru tersedia, proyeksi dapat diperbarui.

Apa yang Dapat Dilakukan?

Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca

Pengurangan emisi dapat memperlambat pemanasan atmosfer dan laut. Kebijakan energi bersih, efisiensi energi, pengurangan penggunaan bahan bakar fosil, dan perlindungan hutan dapat menekan pemanasan jangka panjang.

Langkah ini tidak langsung menghentikan pencairan Thwaites, tetapi dapat mengurangi kemungkinan pemanasan yang lebih parah dan membatasi kehilangan es pada masa depan.

Memperkuat Adaptasi Pesisir

Langkah adaptasi meliputi:

  • Memperbaiki sistem drainase.
  • Membangun dan merawat tanggul yang sesuai.
  • Memulihkan mangrove.
  • Melindungi rawa, padang lamun, dan terumbu karang.
  • Menyesuaikan tata ruang berdasarkan proyeksi muka laut.
  • Meningkatkan sistem peringatan dini.
  • Melindungi infrastruktur penting.
  • Merencanakan relokasi bagi wilayah yang sangat rentan.

Tidak semua wilayah dapat dilindungi dengan tembok laut. Dalam kondisi tertentu, pemulihan ekosistem, penyesuaian bangunan, atau perpindahan terencana dapat menjadi pilihan yang lebih aman.

Fakta Penting

  • Thwaites berada di Antarktika Barat.
  • Gletser ini kehilangan es dengan kecepatan yang semakin tinggi.
  • Air laut relatif hangat berperan dalam pencairan bagian bawah.
  • Es dari daratan dapat menambah volume air laut ketika mengalir dan mencair.
  • Julukan “gletser kiamat” menggambarkan besarnya risiko, bukan jadwal bencana.
  • Sejumlah proyeksi memperkirakan kehilangan besar hingga abad ke-23.
  • Proyeksi bergantung pada skenario iklim dan respons sistem es.
  • Dampak utama bagi manusia berlangsung melalui kenaikan muka laut dan bencana pesisir.
  • Pecahnya gunung es berbeda dari penyusutan gletser daratan.
  • Pemantauan satelit, penelitian laut, dan pemodelan diperlukan untuk memperbarui proyeksi.

Kesimpulan

Percepatan penyusutan Gletser Thwaites menjadi indikator penting perubahan lapisan es Antarktika. Air laut hangat, penipisan bagian yang mengapung, retakan, dan perubahan iklim dapat mempercepat aliran es dari daratan ke laut.

Ancaman Thwaites bukan banjir global mendadak, melainkan kenaikan muka laut bertahap yang memperbesar risiko banjir rob, erosi, intrusi air asin, kerusakan infrastruktur, dan tekanan terhadap ekosistem pesisir.

Ilmuwan masih memperbarui proyeksi karena kondisi bawah gletser dan respons lapisan es belum diketahui secara menyeluruh. Ketidakpastian tersebut memperkuat kebutuhan untuk mengurangi emisi, meningkatkan pemantauan, dan merancang wilayah pesisir berdasarkan berbagai skenario.

FAQ

Apa itu Gletser Thwaites?

Gletser Thwaites adalah gletser besar di Antarktika Barat yang mengalir dari daratan menuju Laut Amundsen. Kehilangan es dari gletser ini dapat berkontribusi terhadap kenaikan muka laut dan memengaruhi kestabilan lapisan es di sekitarnya.

Mengapa Thwaites disebut gletser kiamat?

Julukan tersebut merujuk pada potensi dampaknya terhadap kenaikan muka laut. Istilah ini tidak berarti dunia akan langsung mengalami kiamat atau seluruh gletser pasti runtuh dalam waktu dekat.

Apakah pencairan Thwaites langsung menaikkan muka laut?

Es yang berasal dari daratan dan mengalir ke laut dapat meningkatkan volume air laut. Namun, kenaikan muka laut berlangsung bertahap dan juga dipengaruhi pencairan es lain serta pemuaian air laut akibat pemanasan.

Kapan Thwaites diperkirakan hilang?

Sejumlah proyeksi menyebut kemungkinan kehilangan besar atau perubahan besar pada Thwaites hingga abad ke-23. Periode tersebut bukan tanggal pasti karena bergantung pada tingkat pemanasan, kondisi laut, dan perubahan struktur gletser.

Apakah Indonesia terdampak?

Indonesia dapat terdampak melalui kenaikan muka laut global. Wilayah pesisir rendah, pulau kecil, delta, dan kota yang mengalami penurunan tanah berpotensi menghadapi risiko banjir rob, erosi, dan intrusi air asin yang lebih besar.

Apa yang dapat dilakukan untuk menghadapi kenaikan muka laut?

Langkah utama meliputi pengurangan emisi gas rumah kaca, perlindungan mangrove, peningkatan infrastruktur pesisir, penataan ruang berbasis risiko, sistem peringatan dini, dan perencanaan relokasi bagi wilayah yang sangat rentan.

0 views